Sabar ... lagi loading. colors outside the lines

Thursday, January 31, 2008

harapan itu racun

seorang anak kecil berdoa pada Tuhan,
"Tuhan, aku berdoa agar Engkau membuat Mama dan Papa kembali bersama lagi. Aku tahu mereka masih saling mencintai, kadang aku masih melihat Papa memandang sayang pada Mama ketika mengantarku ke rumah Oma. Dan aku juga melihat Mama begitu setiap kali Papa menggandengku pulang.
"Aku tidak mengerti kenapa mereka harus berpisah, Tuhan. Aku yakin Tuhan lebih tahu. Tapi tidak ada niat jahat dalam doaku. Aku hanya ingin mereka berdua berbahagia. Dulu mereka selalu tersenyum, tapi sekarang senyum mereka terlihat aneh bagiku. Tolong, Tuhan, persatukan mereka kembali. Aku tahu mereka akan berbahagia bersama, mereka hanya perlu bantuanMu. Kabulkan doaku, ya? Terima kasih, Tuhan."

anak itu menarik selimutnya, lalu memejamkan mata.

seorang remaja berdoa pada Tuhan,
"Tuhan, aku berdoa agar Engkau membuat pacar Papa menghilang dari bumi. Aku tidak menyukai gayanya yang sok dan aku tahu dia juga tidak menyukaiku. Dia hanya ingin Papa menjadi miliknya, padahal Papa itu papaku juga, kan? Aku layak disayangi olehnya juga, kan?
"Aku tidak mengerti kenapa Papa harus mencintai dia. Kalaupun memang Papa harus bersamanya, tolong buatlah perempuan itu mengerti kalau aku juga amat menyayangi Papa. Agar dia tidak jahat lagi padaku. Kabulkan doaku, Tuhan."

remaja itu menarik selimutnya, lalu memejamkan mata.

seorang wanita muda berdoa pada Tuhan,
"Tuhan, aku berdoa agar Engkau membiarkan aku mati saja. Aku hanya ingin menyusul Papa. Perempuan itu menahanku pergi dari rumah karena ia akan kehilangan warisan. Sedangkan aku tidak bisa berada di sini. Aku ingin bebas, aku tidak peduli pada harta Papa, tapi dengan tubuhku yang lemah ini aku tidak bisa hidup sendiri.
Lalu apa yang harus aku lakukan Tuhan? Haruskah aku terus berkompromi dengan perlakuan semena-mena perempuan itu? Aku yakin ada kehidupan yang lebih baik dari ini, Tuhan. Bimbinglah aku ke sana, Tuhanku. Aku mohon."

wanita muda itu menarik selimutnya, lalu memejamkan mata.

mereka menatap ke dalam ruang kaca. seorang wanita paruh baya duduk diam menatap ke luar jendela. mereka bilang hidupnya tak lama lagi, tapi hari demi hari ia masih terbangun dari tidurnya dan masih tetap bernyawa, meskipun yang tersisa dari dirinya hanyalah sedikit kesadaran. mereka bilang dulunya ia gadis yang baik dan ceria, hanya saja ketika malapetaka datang perlahan, tak seorang pun datang mengulurkan tangannya. dan kini, di tengah kegilaannya, tubuhnya yang ringkih itu hanya meresonansikan sebuah kata berulang-ulang setiap hari. para perawat menganggapnya sedang berdoa. karena kata yang diucapnya setiap hari itu adalah "Tuhan."


ps: "Tuhan."

. at 12:12 PM

|

Friday, January 11, 2008

ini bukan review

disclaimer: i don't own any of the images

baca judulnya. lebih tepatnya ini adalah ekspresi kekeselan gw. udah lama gw ngefans banget sama Kazu Kibuishi. si Kazu ini komikus keturunan Jepang yang tinggal di Amerika. meskipun preferensi komik gw luas banget, tapi gw cuma punya segelintir nama yang karyanya gw 'puja', nomer satunya adalah Mitsuru Adachi. dan Kazu ini, adalah orang nomor dua di daftar pendek gw itu.
gw kesel karena ini udah kesekian kalinya gw nyari komik Kazu di kinokuniya, tapi gak ada. dan gw makin kesel lagi setelah ngecek di amazon dan juraganbuku.com ternyata harga total (plus shipping) sebiji komik setebel 208 halamannya tuh nyampe setengah juta duit indo. duit emak lo?

*sigh

ngefans-nya gw sama Kazu ini bukan cinta buta. pun gw ama Adachi. cintanya gw sama karya Adachi, si pervert satu itu, karena style gambar dia yang gak pasaran. pokoknya sekali lo liat gambarnya, lo langsung tau kalo itu bikinan Adachi. cerita2nya sih sebenernya klise dan setelah lo rajin baca manga-nya, lo bisa nebak kira2 apa yang akan terjadi. tapi yang bikin nyandu dari cerita2 Adachi adalah joke-joke garingnya yang gak ketulungan lucunya. semua komik dia yang terbit legal di indo, gw punya. belon lagi yang gw donlot dari internet.

lain ceritanya sama Kazu. sejak tahunan yang lalu gw ngikutin dia di boltcity.com, gak ada satu pun karyanya yang masuk ke indo. pas gw ke Europe setahun yang lalu, gw juga ga nemu satu pun. bukannya karya Kazu ga terkenal, komik bikinan dia pernah dapet award dan konon cepet banget lakunya. but that's beside my point. komik laku gak laku, gw gak peduli kalo gw suka. dan gw suka banget sama karyanya Kazu.

kenapa gw kepincut abis sama karya Kazu? jenis gambar Kazu tergolong beda dari komik US biasanya. gw lebih suka nyebut gayanya hybrid, kombinasi sempurna manga ama US comic. sebenernya gw ga terlalu suka gaya gambar komikus US yang menurut gw berlebihan, tapi setelah ngeliat Kazu punya, gambarnya berasa wajar dan organik banget. iya, organik. dan imajinasinya, so way out of this world. and the way he draws his imajination is just so perfectly amazing. just see take a look.

Photobucket

Photobucket

Photobucket


terus terang, sebagai ilustrator amatir cabutan, ngeliat gambar bikinan Kazu lebih sering bikin gw sakit hati. tapi jadi orang ga boleh sirik, dong. bakat ama ketekunan nggak bisa dicangkok, sih.
kalo soal cerita, gw emang belon pernah baca komik cetaknya. tapi setelah bertahun-tahun, i always have a smile reading Copper. Copper ini komik online-nya Kazu. ceritanya tentang  anjing bernama Fred sama majikannya, Copper. they're both philosophical in a quirky kind of way. gw udah ga inget kapan terakhir dia update Copper, but i don't mind reading the back issues. every story of Copper is always a worthed experience. makanya gw penasaran banget pengen punya komik2nya Kazu.

tapi mungkin sampe nilai dollar turun drastis lagi, gw ga ada harapan bisa dapet komiknya Kazu. Hiks .. hiks ..

jadi, jangan anggep ini review. ini adalah ekspresi kekesalan ... hu hu hu ...


 

. at 10:17 AM

|